Pengikut

Mengenai Saya

siapa ya aku? aku seorang cewek berusia 18 tahun,seorang siswi di salah satu sekolah negeri di kota ponorogo dah cukup kan ya tentang aku
RSS

I will Say I love You

Malam semakin larut. Bintang-bintang masih bertebaran dipermadani langit. Sang rembulan dengan setia menyinari dan menerangi seisi alam dengan kesempurnaan parasnya. Angin bertiup perlahan menggerakan ranting-ranting pohon, diiringi dengan suara gemericik air dan nyanyian binatang-binatang malam yang seakan menjadi hiburan untuk hati yang sedang gundah ini.
Betapa tidak esok adalah hari Valentine, hari yang akan membuat setiap pasangan muda-mudi merasa seakan dunia hanya milik mereka berdua. Namun saat ini itu hanya menjadi sebuah angan dan harapanku semata.
Kisah cintaku hanya dan akan selalu berakhir pada sebuah ketakutan untuk mengungkapkannya. Tak ada keberanian secuilpun dalam hati ini untuk mengatakan “I LOVE YOU” kepadanya. Ah ……….. biarlah kisahku berjalan layaknya aliran air sungai yang tenang ini.
“Ah ……….” Akupun menguap. Hari t’lah berganti. Pagi ini sangatlah indah. Pancaran sinar sang mentari terasa menyilaukan mata dan terasa hangat menyentuh kulit. Menghilangkan kegundahan dalam hati ini. Segera ku bersiap diri. Dan tak lama kemudian ku berangkat ke sebuah tempat untuk menghadiri undangan.
“Baiklah teman-teman mari kita mulai acara ini. Dalam acara yang kita beri nama “LOVE, I Will Say it to You” ini, setiap jomblowan and jomblowati diharuskan mengungkapkan perasaan cinta mereka pada orang yang dikaguminya. Buat yang dah ga’ single alias ga’ jomblo lagi kalian masih bisa ‘n kita bolehin deh buat ngungkapin perasaan cinta kalian pada pasangan kalian.”
Sorak sorai dan tepuk tangan penonton membuat acara itu semakin meriah. Dan dibalik kerumunan penonton itu, ku dapat melihat seorang yang s’lama ini kukagumi dan kuharapkan untuk memilikinya. Pandangan matanya, senyumnya, suara gelak tawanya dan entahlah masih terlalu banyak lagi hal yang membuatku mengaguminya.
Tak sepenuhnya aku mengikuti acara yang sebenarnya penuh kelucuan dan rasa kasihan itu, karena aku lebih suka dan lebih tertarik untuk memandang wajahnya yang manis. Hingga beberapa temanku, memaksa aku untuk naik keatas panggung kecil untuk mengatakan suatu hal.
Suasanapun hening sejenak. Semua penonton mengarahkan pandangan matanya padaku. Akupun bingung apa yang harus kukatakan. Saat itu aku kehilangan dia. Aku tak bisa menemukannya dibalik kerumunan penonton.
“Selamat siang semuanya …..” sapaku mengawali ceritaku. “Disini aku ……… ingin ….. mengatakan kalau saat ini, aku sedang mengagumi seseorang yang mungkin s’lama ini kita sudah sama-sama kenal dia. Dan mungkin juga sekarang dia ada dianrata kita ….. Namun sepertinya …….. “ku hentikan kata-kataku, entah kenapa rasa malu dan takut kembali hadir dalam hatiku. Dia memandangku aneh.
“Hei ! ayo terusin kenapa berhenti, “teriak penonton.
Akupun tersadar dan melanjutkan kata-kataku. “Maaf, itu saja yang ingin kukatakan. Terima kasih.”
“Hu ………………”
Kuturun dari panggung dan berjalan lewat didepannya. “Sebuah ungkapan perasaan yang sulit untuk dipahami, ” ucapnya lirih padaku.
Aku menoleh padanya dan iapun segera meninggalkanku, naik keatas panggung.”
“Hai temen-temen ! sebelumnya happy valentine ya ……………. Buat yang udah punya pasangan. And …………..yang masih jomblo, jangan khawatir. Dalam satu hari ini aku yakin kalian pasti deh …….. dapet gebetan tul ga’ ? Biar bener-bener dapat gebetan kalian harus semangat oke ! Jangan lemes, buktiin kalau kalian bisa jadi yang terbaik buat calon pasangan kalian, setuju ! ?”
“Ye………setuju……….!!”
Alunan musik t’lah dirubah menjadi lebih lembut dan santai. Pasangan muda-mudi saling berpegangan tangan, menggoyangkan badan kekiri dan kekanan. Bahkan jomblowan dan jomblowati yang baru saja mendapat pasangan ada diantara mereka dan melakukan hal yang sama.
Saat itulah aku merasa sendiri lagi. Perlahan kuberjalan meninggalkan tempat itu. Air mata inipun ingin sekali menetes, tapi tak kubiarkan ia keluar dengan sia-sia hanya untuk cinta.
“Mau kenapa kamu, acarakan belum selesai.”
Tuhan apa yang terjadi denganku, suaranya yang lembut membuatku ………………….
“Mau berdansa denganku ?”
“Ha……..” perasaanku semakin tak menentu.”
Dia mengulurkan tangannya sambil menaikkan kedua alisnya berharap segera ku ulurkan tanganku sebagai tanda setuju.
Dan aku menyetujuinya. Bahagia sekali rasa hati ini, ketika ia mendekatkan kepalanya ke telingaku dan berucap “I LOVE YOU”.
Aku menatapnya dalam. “A……”belum sempat ku katakan sesuatu padanya, ia mengisyaratkan agar aku tak berkata apapun dengan menempelkan jari telunjuknya dibibirku.
“Jangan berkata apapun aku tahu dia yang kamu maksud itu aku. Dan aku juga tahu s’lama ini kamu memandangku dengan diam-diam. Andai kamu tahu aku merasakan hal yang sama seperti yang kamu rasakan sekarang. Jadi…………..biarlah aku mewujudkan harapanmu untuk memilikiku dan biarkan aku mencoba untuk menjadi yang terbaik, yang kan s’lalu ada untukmu, yang kan s’lalu menyayangimu.”
Dia mendekap erat tubuhku. Dalam dekapannya, aku merasakan ketenangan dan kedamaian. Inikah cinta…………benarkah ? mimpikah aku ini ? Tidak, ini nyata. Ini benar-benar nyata.
“Nda, I Will Say, I LOVE YOU too.”




D30492N

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS